Jumat, 27 Juni 2014

Hello bromo !

14.08 2 Comments
YES!! dream comes true.
I don't know why, but my boyfie suddenly invite me to bromo. yay!
Dan kebetulan banget, kakak-kakak ketemu gede kesayangan aku juga pada punya niatan buat kesana habis evaluasi tahap satu di PLN Disjatim Surabaya.
Akhirnya, kami nyari pasukan dan taraaaaaaa,, berkumpullah kami para manusia mupeng bromo.
Aku, nu, kak amrina, kak effi, reza, wira, lutfi.
Kami akhirnya nyari penyewaan mobil, dan setelah telpon sana telpon sinim akhirnya dapet juga sewa mobil sehari 250riben dengan asuransi 5jeti fiuh.

Malam hari setelah semua kegiatan di disjatim selesai, kami langsung minggat dari penginapan dan mampir ke Mall dulu. Niatnya sih temenin aku nyari sepatu, soalnya aku ga bawa dan cuma pakai sendal. Ya kali ke bromo mendaki-daki pake sandal =,="
Muter-muteerrr,, kliling-kliling dan yakkk,, gak ada yang di beli satupun .__.
Nu kesel, kami berantem dan diem-dieman sembari balik lagi ke parkiran dengan tangan kosong.

Yah, jadinya berangkat ke bromo dengan sandal jepit yang biasa aku pake buat bolak balik ke toilet :" tak apelah ye, intinya trip to bromo :3 muehhehhee....

Jumat, 21 Maret 2014

the 'M.A.S.K'

10.57 0 Comments

Bukan, bukan dia yang berubah
bukan, bukan pula aku yang belum teramat mengenalnya
bukan, bukan, bukan
aku yakin bukan itu

Aku yakin di sana ada seonggok topeng yang melekat keras
Entah tersusun dari komponen apa, aku tidak ingin tahu, dan 
semoga tidak akan pernah tahu

Ah, andaikan aku punya sekarung uang saat ini
kan ku belikan dia setruk kedondong
Tapi kemudian kuurungkan niatku, 
takut sulit membedakan antara kedondong dan dia
iya,
isinya sama-sama berduri walau MULUS luarnya

Just keep the mask on your face, babe
seenggaknya sampai kamu lelah sendiri
atau tunggu saja sampai semua makhluk tahu apa isi di balik topeng itu
Cepat, lambat, hanya masalah waktu yang sifatnya relatif
Tapi akan secara mutlak terjadi.

salam dari aku, untuk seorang wanita yang cantik parasnya, anggun perangainya, namun ~ yah begitulah

Jumat, 03 Januari 2014

Thx 2013, Assalamu 'alaikum 2014

00.04 3 Comments
Hai blog, lama tak bersua.
Banyak kejadian yang tidak sempat sempat aku tulis di sini :')
Moment kelulusan, holiday, dan patah hatinya. Hahhaha
Hmm.. yak, mungkin nanti bakal nyesel karena gak di publish sini, soalnya satu-satunya tempat asyik buat bernostalgia ya di sini. Segala kenangan bisa jadi abadi di sini :)

Oh, iya, happy new year 2014 anyway...

Okey, aku pengen nyoba inget-inget lagi apa aja yang udah di capai di tahun 2013 kemaren...

Sabtu, 05 Oktober 2013

she wears high heels, I wear sneakers

22.50 0 Comments




seorang wanita, sepertinya dua tahun lebih tua dari ku, umm atau tiga? atau lima? entah. Atau sebenarnya dia masih muda. Aku tak mau tau tentang itu.
Yang aku tau,
dia memakai baju pink, skinny jeans, dan lengkap dengan hi-heels 15cm nya yang berkilau yang membuatnya nampak seperti orang pincang saat berjalan.
Rambutnya dibiarkan teruai, hitam namun tak cukup lurus.
Matanya berhiaskan eyeshadow, tepatnya berwarna cokelat dengan bulu mata palsu yang cukup hmmm badai (bagiku)
Alisnya terbentuk rapih, tapi masih bisa ku tebak, kalau ternyata yang asli hanya tinggal satu centimeter, sisanya? keterampilan menggambar :)
Lipstik? Tak ketinggalan pastinya. Warna pink, kalau aku tak salah dalam mengingat
Aku tak bisa melihat secara pasti warna kulit di wajahnya.
Ya, blush on nya itu menghalangi pandanganku.
Tapi, bentar. Ada bunga di tangannya. Bunga mawar merah. Tapi hanya sebuah gambar.
Oh ya, aku tersadar, itu tattoo.
Sejenak, aku tak henti memperhatikan wanita itu.
Wanita yang duduk di depan ku, di sebuah rumah makan.

seorang wanita, sepertinya umurnya sama denganku, mungkin.
Atau lebih tua lagi? Jilbab hitamnya menghalau terkaanku.
Yang pasti, dari kejauhan aku sudah bisa melihat bajunya yang agak kebesaran, spatu karet yang sedikit kumuh, tangan yang tak lentik, dan iyuh mukanya berminyak tanpa riasan, dan ah ya, itu ada beberapa jerawat di pipinya.
Hanya mengeluarkan tatapan kosong dan enggan tertawa di saat semua teman di meja makannya sedang asyik tertawa membahas salah satu dari mereka yang semalam tak bisa menghabiskan minuman kerasnya.
Hanya mengeluarkan tatapan kosong dan terheran ketika melihat bulu mata temannya yang agak menyerong dari tempatnya. Iya, semua panik, hanya karena bulu mata.

Aku tak henti membandingkan kedua wanita ini. Wanita berbaju pink yang ada di depanku, dan wanita berjilbab hitam yang ada di sampingku.
Ah, tunggu. Rupanya ada cermin di sana, dan aku tersadar, si jilbab hitam itu aku.

Kami saling mengobrol bersama di sebuah rumah makan.
Maaf, aku salah lagi, mereka saling mengobrol, dan aku mendengarkan, memperhatikan, dan melongo.

Bagaimana bisa kumpulan wanita membahas masalah minuman keras, narkotika, dan sex.
Bukan bertukar pendapat, tapi bertukar cerita dan pengalaman mereka
Bagaimana bisa, sesaat setelah makan, blush on, lipstik, bedak, eyelinier dan tetekbengeknya ada di jajaran meja makan yang bergantian digunakan oleh mereka juga.
Dan bagaimana bisa sebuah bulu mata bisa menghebohkan meja kami.
Pikiranku terhenti, asap rokok salah satu teman wanita yang duduk di depanku membuat ku sesak nafas.
Aku benci, smoking area ini.

Perkataan kotor yang tak lazim di katakan seorang pelajar apalagi perempuan, semuanya jadi kata selipan di setiap kalimat yang mereka ucapkan...
Mata beberapa lelaki dewasa pun tertuju pada meja kami.
Entah, tergoda, atau jijik.

"semuanya, aku duluan ya"
"Yah, belum juga jalan, dil"
"haha, ntar kita jalan lagi, kaka aku udah nunggu nih di bwah. okey, see u"
tersenyum, dan meninggalkan rumah makan


"teramat jauh berbeda" ucap si wanita berjilbab hitam dalam hatinya