Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

Letihku, bahagiaku

22.05 0 Comments

Ada gundah
sesaat setelah kabarnya tak kunjung menghampiri
ada gelisah
sampai aku menemukan namanya terpampang di layar ponsel

Senyum tipis yang selalu terbentuk ketika mengingat raut wajahnya
gumaman kecil nan manja mencoba berirama dikala saling bercanda

sebut saja 3 hal
hal yang paling aku takuti

takut kepada sang Kuasa

takut waktuku hilang sebelum sempat menggoreskan senyum indah untuk kedua malaikatku

dan,

takut jikalau sang pendamping kelak bukan engkau yang selalu menjadi tokoh utama di setiap lembar buku harianku


menunggu
dan aku masih menunggu
sampai kau sadar

letih
dan aku masih menunggu
sampai kau tahu

ada insan yang menanti untuk kau ketuk hatinya
untuk menemani harinya
untuk tertawa bersamanya

Minggu, 15 Mei 2011

Selamat tinggal

19.04 4 Comments
 
Taukah dirimu tentang rasa ini?

Rasa yang tak henti mengusik sadar ku

Rasa takut akan pudarnya hadirmu



Kau telah berhasil mengubah dunia ku yang nyaris hilang di derai tangis

Kau telah berhasil menghapus bekas luka yang sempat terlukis oleh dia yang tak berhati

Dan Kau telah berhasil menggoreskan senyuman indah di bibir ini


Aku ucapkan selamat, dan makasih atas semuanya


Hari-hari ku kembali berwarna,

Menatap dunia dengan senyuman,

Sekarang, kau adalah mentari pagi ku yang menerangi setiap langkahku,

Yang mencerahkan hari-hariku

dan memberi semangat baru dalam hidupku





Namun,

Seharusnya aku sadar akan hadirnya waktu senja

Kau akan pergi bersama waktu




Mengapa?

Mengapa kesenjaan ini begitu lama?

Aku merindukan sosokmu hadir lagi?

Mengapa kau terbenam begitu dalam?

Hingga akhirnya aku tak menemukanmu lagi



Aku menunggu, mencoba mencari jejakmu

Dan yang ku tau, kau pergi dan menghilang



Terfikir olehku akan rembulan di malam hari,

Yang akan menggantikanmu dengan cahayanya yang indah

Yang akan membantuku melawan gelapnya dunia malam



Tapi, aku tersadar bahwa sinar itu hanyalah palsu

nyatanya dia tak memancarkan cahayanya sendiri,



Ku coba menutup kedua mataku

Merasakan gelapnya dunia di kesendirian,

Takut? Sepi? Sendiri?

Iya

Itu yang ku rasakan



Tapi, aku akan terus menutup mata,

Walau esok kau akan kembali,

Kembali menyapa pagi hariku,

Kembali mencerahkan hari-hari ku



Aku akan terus menutup mata,

Agar aku terbiasa akan kepergianmu d waktu senja

Kupikir ini yang terbaik,

Dan kaupun yang terbaik

Tapi, rasa takut ini begitu menghantui,

Ketakutan terus bersemayam di hati ini

Bagaimana dengan hari esok, lusa, dan seterusnya?

Kau pasti akan tetap terbenam di malam hari

Dan meninggalkanku dalam kegelapan

Itu yang kutakutkan,

Dan ini alasan, mengapa aku tak memandangmu lagi



Mungkin ini terdengar egois

Tapi, apa iya aku harus mengejar mu mengitari bumi agar aku tak kehilangan sinarmu?

Kupikir Itu suatu keboodohan



Salam dari ku untukmu yang sedang terbenam di sana

Sabtu, 19 Februari 2011

Kemana keimanan itu?

23.36 2 Comments
Ketuk hati ini ya Allah,,,
Tegur diri ini ya Allah,,,
Aku sudah teramat jauh dari jalan lurus Mu

Kemana keimanan itu?
Lantunan Al-Qur'an kini jadi sebait Lagu
Sedekahpun enggan ku keluarkan
Jangankan itu, shalatpun kadang terlupakan
Malah, aku sempat dibutakan oleh kecintaanku kepada makhlukMu

Wahai dzat yang membolak balikkan hati,
tetapkanlah hati ini ya Allah agar selalu berada di Jalan mu

Tidak seharusnya aku takjub akan keindahan dunia ini
Tidak seharusnya aku melupakan pemilik atas semua keindahan itu

Ya, Allah...
Bantu aku
Bantu aku kembali ke jalan Mu
Aku tak mau berpaling terlalu jauh dari Mu

Satu pintaku ya Allah
"Kuatkan imanku"

Selasa, 15 Februari 2011

Surat Cinta Buat @Poconggg

13.48 4 Comments
Oh, poconggg...
Kulitmu yang hitam, dekil, dan kucel telah meluluhlantakkan hati ini...
Balutan kain kafan, dan kunciran di kepalamu itu membuat ku jadi melayang Onion Icons

Oh, poconggg....
you are my inspirated... MSN Onion Emoticons
Gw paling senneng kalo timeline gw full ma tweet dari lu
Gw paling senneng kalo lu buat postingan baru di blogspot  


Kenapa?Onion Icons
Tanyakan saja kepada semua yang telah bersedia menjadi pengikutmu
Gokil, bijak, ancur  Onion Icons, creative, cakep, soleh, pengertian, jail, tukang ngibul, bikin parno, lumayan MSN Onion Icons pinter, and all about you,,, I like it.. very like it... 
Tapi, sayang, lu sombongnya minta ampun -,-"  Onion Icons
tweet gw ga pernah di bales....Onion Emoticons 
Yah, taudeh yang banyak fans nya.....

(dih, ko jd gak puitis gini sih?)

HEYYYY conggg...
Who are you?
I want to know the real of You....
Not as @Poconggg
But a real person...
Onion Icons 



hmm.. gw sih pernah denger, ada yang bilang kalo lu tuh raditya dika.
Ah, tapi mana mungkin, lu kan baru ngeluarin buku, blum selesai malah, si raditya dika udah ngeluarin banyak buku,,, jadi ga mungkin lu tuh raditya dika...
Ada lagi yang bilang kalo lu tuh bena kribo.. Makin ga percaya gw...
Hayoodongg.. sapa sihhh.. bikin pnasarannn...
NGAKU GA!!!!

Minggu, 30 Januari 2011

Siapa dia?

04.01 0 Comments

Makasih ya Allah...
Makasih untuk hujan yang engkau berikan malam ini...
Aku sangat senang
aku senang berlari di tengah hujan deras,
karena, tidak ada seorangpun yang dapat melihatku menangis

Aku senang, tiap tetesannya bisa menyembunyikan tiap tangisan ku
Aku senang, tiap gemuruh yang menyambar ke gendang telinga bisa meredamkan jeritanku
Aku senang, suasana mendung ini bisa menutupi wajahku yang sedang kacau ini

Ku biarkan tubuhku merebah sejenak di antara jajaran rumput yang warnanya tak lagi terlihat jelas di telan malam
Hmmmm.......
freedom
Hujan pun mulai melemah....
Ku biarkan tiap tetesan kecilnya menyentuh pipiku

Ku rentangkan tanganku menyapu setiap deretan rumput,
rasanya ingin ku peluk lagit luas itu.
Kucoba untuk mencuri pandangan ke setiap arah,
Aku hanya melihat langit yang begitu luas, tak berujung...

Tetesan hujan masih tersisa di setiap permukaan rumput ini
Ku biarkan tubuhku merasakan kesejukannya.
Angin malampun tak mau kalah untuk mengajakku bermain

Kupejamkan mata, dan ku hirup dalam setiap hembusan angin yang menerpa wajahku.
Aku anggap itu sapaan hangat dari negeri malam
Mataku masih terpejam, dan kulitku masih setia bermain dengan rerumputan itu.

Cahaya kuning?
Aku terpaku sejenak melihat rembulan itu berwarna kuning, menyala, dan terasa hangat.
Hingga akhirnya ku tersadar, hari telah berganti.
Rupanya, embun malam berhasil menggodaku larut dalam mimpi

Pagi yang indah,
Terlihat sepasang sayap yang selaras beralun membantu si kupu-kupu malang untuk mengitari taman ini
Tangan ini mulai nakal ingin membelai keindahan kupu-kupu itu.
Dan akhirnya, kupu-kupu itu pun meninggalkan ku.
Hmmm, betapa konyolnya diri ini.....

Tinggallah aku sendiri,
kedua tanganku kemudian mencoba untuk membantuku bangkit dari tidurku.
Ku pikir si rumput sedang mengomel dengan bahasa mereka sendiri karena ketindihan badanku
kasihan si rumput.


Mata masih belum 100% melihat jelas.
Kabutpun masih enggan mengizinkanku untuk melihat keindahan taman ini.

Kuputuskan untuk bersandar sejenak di sebuah batang pohon beringin yang masih sejuk di selimuti oleh embun pagi
Kemudian, aku tertunduk,
Tak lama setelah itu, ku rasakan jejak langkah seseorang menghampiriku,
mata ini hanya fokus dengan alunan kaki yang di balut sepatu kets putih yang talinya tidak terikat sempurna

Kupaksakan mata ini untuk melirik ke wajah orang itu, tapi entah mengapa, sangat sulit untuk mengangkat kepalaku.
Tiba-tiba lambaian tangan mengayun tepat di depan ku bermaksud membantuku untuk bangkit
Akhirnya kuraih tangan itu, dan berhasil membuatku berdiri tegak. . .
Kuberanikan untuk mencuri pandangan ke wajah lelaki itu, tiba-tiba ku dengar suara yang tak asing lagi di telingaku

*TIK

ku matikan alarm ku, kuraih ponsel yang masih tergeletak di lantai dan mencoba mencari-cari angka di sudut kanan atas di layarnya.
weewwww,,, 08.00am, gw tellaaaaaaaattttttt.... ada kuliahhhh...
huwaarrggghhh... ku percepat langkahku menuju kamar mandi,
hmmm.. terhnyata hanya mimpi,
Sambil melangkah memasuki kamar mandi itu, senyum tipispun keluar dari bibirku, dan berkata "siapa dia?"

Senin, 27 Desember 2010

Bersyukurlah teman

07.39 0 Comments
Pernahkah kalian memerikan waktu sedetik dari 84.600 detik yang di berikan oleh-NYA hari ini untuk berucap syukur?
Atau kalian hanya sibuk dengan keluhan?

Renungkanlah teman,
berapa kali kita mengeluh dalam sehari?

Pernahkah kalian memikirkan orang yang jauh lebih kekurangan dari kita?
makankah mereka hari ini?
tidur dimanakah mereka malam ini?
Masih layakkah pakaian yang melekat di tubuh mereka?
pernahkah?

OK. disini, gw bukannya menyuruh kalian untuk turun ke jalan memberikan mereka makanan, pakaian, dan tempat berteduh.
Gw cuman tegasin satu, ini buat kalian dan buat gw khususnya.
"bersyukurlah"
gada susahnya ko.
hanya butuh beberapa detik untuk mengucapkan "alhamdulillah"

Bersyukur atas apa yang telah kita miliki
bersyukur atas apa yang telah kita peroleh,
bersyukur atas kenikmatan yang di berikan-NYA
bersyukur atas nafas yang masih berhembus, dan jantung yang masih berdenyut, dan
bersyukur atas orang-orang yang menyayangi kita sampai saat ini

"saya sangat sedih tidak memiliki sepatu, hingga akhirnya saya melihat seseorang di jalan tidak memiliki kaki"

Minggu, 15 Agustus 2010

Surat Terbuka Untuk M.A.M.A

07.52 0 Comments
Entah mengapa...


Malam ini,
aku teringat wajah lembuatnya...
aku teringat sapa hangatnya...
aku teringat belaian kasih sayangnya...
dan wajahnya yang sedu

PadahaL, kira-kira baru 5 jam yang lalu aku meninggalkannya...
Sungguh, air mata ini mengalir begitu deras tanpa sempat permisi padaku

Cengeng???<span class=

Kurasa tidak!!!
Alam saja yang begitu besar tidak dapat menahan airnya..
apalagi saya!! yang hanya seorang manusia rapuh tanpa perlindungan-Nya
Kubiarkan saja dia mengalir, agar disetiap tetesannya dapat mengobati rasa rinduku padanya.
Terbilang lebay sihh,
Tapi, inilah saya...
Seorang anak yang baru kali ini pergi jauh meninggalkan mama untuk malanjutkan pendidikan.
Apakah salah, seorang anak yang merindukan sesosok wanita yang selalu di sampingnya?
Hmm,,, kata selalu mungkin kurang tepat untuk di ungkapkan,, lebih cocok menurutku SELAMANYA...

Aku sangat ingin melihatnya bahagia dunia dan akhirat.
Aku tak sanggup menatap wajahnya jika dia menangis dan menderita
Hati ini serasa remuk jika ku biarkan dia meneteskan air mata karena kesalahanku.

Aku hanya ingin, sisa hidupku ini hanya untuk membuatnya tersenyum.

yahh..
saya sadaR, kalau saya sering membuatnya jengkel.
Tapi aku berjanji demi hidup dan matiku,,,
akan membahagiakanmu

Aku hanya ingin meminta maaf atas segala kesalahan yang telah kuperbuat..
Atas segala kesalahanku yang telah membuatmu meneteskan air mata

Akan aku usahakan untuk menjadi anak soleha seperti impianmu selama ini.
kau didik aku mengenal ISLAM,
Kau ajarkan aku SHALAT, MENGAJI, dan semua hal dalam mengingat ALLAH.

Maaf kalau selama ini belum memberikanmu sesuatu yang berharga... Maaf kalau selama ini belum memberikanmu kebahagiaan... Maaf kalau selama ini kehadiranku hanya membuatmu susah...

Aku hanya ingin mewujudkan harapanmu, memberikanmu sesuatu yang berharga,

dan ketika aku memberikan semua itu di hadapan mu,,,
aku hanya ingin kau berkata:
"INILAH ANAKKU"

Jumat, 03 April 2009

Puisi ^RINTIHAN HUJAN^

20.02 1 Comments

Langit biru ibarat disihir menjadi kelabu
Angin pun tak hentinya memberontak alam
Lalu. . . .
Air langit pun berjatuhan

Blesh... blesh... blesh...
Cahaya putih pun menyapa qu saat ini
Suara gemuruhpun tak ingin kalah beradu di telingaku

Saat ia datang perasaan ini pun muncul
Perasaan yang terus menghantuiku
Perasaan yang tak dapat ku hindari
Yang membuat hati kecil ini tak tenang

Dalam hati akupun bertanya-tanya
Apakah aku sudah mengambil jemuran???

^^

Puisi ^KEPERGIAN MU^

19.55 1 Comments

Daun berguguran tinggalkan dahannya
Burung burungpun pergi tinggalkan sarangnya

Seperti itulah kepergianmu
Membuatku diam dan terpaku
Dalam diam tak mengerti

Apakah untuk ini Cinta di lahirkan?
Apakah untuk ini Cinta datang?
Semua itu adalah sebuah misteri
Misteri tiada henti

Namun. . .
Akankah ada yang lahir kembali?
Akankah ada yang mekar kembali?

Tapi...
itu hanyalah sebuah cerita tanpa kisah
Kisah yang mungkin tak pernah ada

Puisi ^JERAWAT^

19.46 0 Comments
Bingung... Bingung... dan Bingung...

Merah, bulat, datangnya ramai-ramai

Rasa ingin tahukupun memuncak

Apa ini???


Sakit, malu dan kesal

Menghantui setiap ia menghampiriku

dan...

saat itu pula akupun tahu


Ku telah tumbuh DEWASA

^^

Puisi ^TEGURAN DARI BUMI^

19.32 1 Comments

Langit biru jadi kelabu
angin memberontak menampar pepohonan
burung burung pun enggan tuk berkicau

tik...tik...tik...
Cahaya putih datang menyapaku
suara gemuruh pun berteriak keras memaki telingaku

bles...bles...bles
rintihan air mulai membelai bumi
tak di sangka sang bah menghantam pagi sunyi
air langit yg semula ramah mulai menjajaki desa kami
anak kecil pun tak ingin bernyanyi lagi

air langit mulai melambai ke barisan gubuk kecil
deretan sawah pun mulai di selimutinya

kemudian...
Terdengar jeritan kecil seorang bocah
si kecil berkata, salah siapa?
Apakah bumi sudah enggan bersahabat pada manusia?
Ataukah manusia yang terlalu serakah terhadap bumi?
Jangan saling tuduh ini salah siapa
Ini adalah sebuah teguran dari bumi...

Puisi ^KEDAMAIAN^

19.27 0 Comments

sunyi...hangat...tenang
hanya hembusan nafas yang menemaniku saat ini
hanya detakan jantung yang menghiburku malam ini

sepi, bosan, kurang kerjaan???
Ku rasa tidak
ku anggap semua ini adalah sebuah kedamaian
terdapat kenikmatan tersendiri yg tersembunyi di dalamnya

siapa bilang...
Duduk tenang, berbaring, tak melakukan sesuatu itu membuang waktu???

Ku rasa...
Ini adalah waktu untuk berfikir, berharap dan menyesal.
Saat seperti inilah kepahitan hidup terkubur dalam dalam

Mungkin duduk diam terbilang bodoh
tapi, inilah yang di katakan kedamaian
yang ku rasakan saat ini

Puisi ^PERISTIWA DI PAGI HARI^

19.00 0 Comments

Sejuk...
Sejuk, bukan karena embun yang tersisa
Sejuk, karena saat ini hujan sedang menyapa ku

rintihan kecilnya terdengar ramai, gaduh, tapi menghibur
walaupun tak dapat melihat indahnya sunrise
aku cukup terhibur di dampingi kesejukannya

bibirku pun tersenyum lebar
ku intip sekelompok anak anak itu dari balik jendelaku
mereka dengan senangnya menuju ke lapangan bebar dan luas
menikmati tiap tetesan air yang jatuh

sungguh, teringat kembali masa kecilku