Beberapa bulan lalu sempat lihat di pojok koran "MALUT POS" tentang sebuah pulau kecil yang orang-orang sebutnya FILONGA. Bagai surga di tengah lautan Maluku, ungkap mereka seperti itu.
Tapi, melihat gambar pulaunya di koran saja sepertinya belum cukup membuktikan kalau pulau itu memang patut dikunjungi.
Seorang teman di kantor tempat saya mengais duit ngajakin buat ke sana, tapi ternyata budget yang mesti di keluarin untuk biaya transportnya cukup nguras kocek juga, sekitar 700-800rb menggunakan speed boat alias kapal cepat. Boro-boro kan ngeluarin kocek segede itu cuma buat ke pulau yang menurut saya cuma seiprit gondokan pasir dibubuhi batuan gede gede.
Tapi ya pucuk di cinta ulam pun tiba, jodoh juga buat pergi ke sana dan GRATIS biaya transport dan makan, semuanya di bayarin ibu Manager *yay.
Untuk sampai ke Pulau Filonga dari Kota Ternate agak beribet juga sih, yah gini deh Maluku, banyak banget tempat yang bagus tapi ke sana sini aksesnya susah. Jangankan buat ke tempat liburan, ke kantor wilayah kantor saya aja mesti pakai pesawat, dimana kalau di pulau lain bisa di akses lewat darat aja.
Dari Ternate, kami harus naik kapal menuju Pulau Tidore melalui pelabuhan Bastiong. Di sini ada dua jenis kapal bisa naik yang mana aja tergantung peruntukannya. Kalau bawa kendaraan bermotor bisa menggunakan kapal kayu, tapi kalau ga bawa bisa naik kapal cepat aja.
Gak nyampe 15 menit kami sudah tiba di pulau seberang, Pulau Tidore.
Disini kami harus naik mobil lagi ke pelabuhan Goto. Transportasi darat di Tidore lumayan ramai, ada angkot ( atau warga lokal menyebutnya OTO) juga ada Bentor (alias Becak Motor). Berhubung ada mobil kantor di sana, jadi kami tidak menggunakan transportasi umum.
Sampai di pelabuhan Goto akhirnya kapal cepat kami pun melaju kencang mendekati Pulau Filonga. Selang kurang lebih 20 atau 30 menit akhirnya kami disuguhi pemandangan yang indah yang seakan membawa kami ke alam lain





